Header

Filsafat Ilmu Pengetahuan #1

Salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa S3 STEI-ITB adalah Filsafat Ilmu Pengetahuan (FIP), bobot 3 sks, dengan pengajar Prof. Kuspriyanto. Unik cara beliau mengajar mata kuliah ini. Segala tindak tanduk dan gaya mengajarnya mempunyai filosofi yang kadang tidak mudah bagi kami, mahasiswanya,  untuk menangkap maknanya dengan cepat. Seringkali, beliau sendirilah yang mengartikan secara eksplisit apa maksud dan tujuan perilaku beliau dalam mengajar kami.

Misi Prof. Kuspriyanto dalam mengajar mata kuliah ini:

  • meringankan filsafat sehingga tidak menjadi beban tapi mempermudah mahasiswa agar cepat menyelesaikan S3.
  • menyesuaikan sikap-sikap mahasiswa agar lebih pas sebagai lulusan S3, diantaranya sikap: keberanian, proaktif, inisiatif

Salah satu cara agar mahasiswa cepat menyelesaikan studinya adalah dengan menempatkan studi S3 ini sebagai full time job. Harus menyediakan waktu untuk mengerjakan segala hal yang menunjang studi ini. Jangan mudah tergoda untuk mengerjakan proyek/kerjaan lain. Beliau sendiri mensyaratkan bimbingannya untuk konsentrasi minimal 20 jam setiap pekan dalam menyelesaikan studi S3.

Kata kunci studi S3 ini diantaranya:

  • state of the art: keterkinian, yaitu pengetahuan mengenai hasil penelitian mutakhir dan qualified (dapat dibaca publikasi oleh IEEE atau ACM)
  • novelty: kebaruan, yaitu hal baru apa yang kita hasilkan dari penelitian kita

Cara memperoleh hal di atas:

  • baca feature work dari masing-masing paper
  • gabungkan metode-metode terbaik
  • transformasi metode antar domain
  • baca Google
  • berpikir kritis terhadap produk sains dan teknologi di bidang Anda dengan menanyakan jeleknya produk tersebut dan berusaha menjawab dengan jawaban minimal 3, cari 10 kekurangan kemudian sortir dan pilih yang paling dominan

Kesalahan yang banyak dilakukan mahasiswa S3 adalah meneliti “cara menerapkan metode anu pada ini”. “Menerapkan” masih dalam strata S1 dan S2. Solusinya, mengukur performa suatu metode kemudian dimodifikasi lalu diukur lagi. Jika lebih bagus, maka itu novelty.

Untuk mendapatkan novelty ada dua cara:

  • teoritis kemudian disimulasi
  • eksperimen

Target pencarian novelty adalah “lebih baik” daripada sebelumnya. Targetnya bukan angka yang pasti, karena itu masuk dalam kategori “desain” bukan “novelty”. “Konsep” saja tidak layak jadi topik S3 (tapi boleh juga jika tingkat kesulitannya tinggi). Cari topik yang susah. Jika berguna tapi gampang, paling buat paten bukan disertasi.

Dengan filsafat kita juga bisa mekombinasikan sifat-sifat yang berlawanan agar memberikan manfaat. Contoh: suatu konduktor (kawat tembaga) jika digabung dengan isolator (karet) dapat menjadi kabel, sehingga kita bisa memegang konduktor tanpa kesetrum.

Cara yang mudah untuk mengukur novelty, kita buktikan dengan paper yang diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi/diakui. Jika apa yang kita teliti belum pernah dibahas oleh paper lain, atau kita dapat melakukannya dengan lebih baik dari paper lain, maka itulah novelty-nya.

Selama mengikuti mata kuliah ini, akan ada banyak tugas. Pada pertemuan pertama ini sudah disampaikan 5 tugas:

Tugas I: setiap mahasiswa harus membuat website yang berisi: tugas-tugas, kompetensi, pendapat/opini yang tidak terbatas pada apa yang ditugaskan dosen.

Tugas II: ketua kelas berembuk untuk menghadirkan nara sumber untuk berbicara tentang filsafat dengan target profesor-profesor ITB.

Tugas III: setiap mahasiswa harus mewawancara dua orang profesor dan hasilnya dipublikasikan dalam website.

Tugas IV merupakan PR untuk menulis uraian tentang “nilai ijazah S3 bagi Anda.”

Tugas V: mahasiswa harus menghasilkan sebuah paper yang ada unsur filosofinya dan harus berpartner dengan dosen di lingkungan STEI-ITB yang jarang menulis paper, kemudian dipublikasikan.

Buku pertama yang dijadikan sumber adalah “Menyoal Objektivisme Ilmu Pengetahuan dari David Hume sampai Thomas Kuhn” karangan Donny Gahral Madian.

Sebagai bentuk tanggung jawab sebagai dosen, Prof. Kuspriyanto siap ditemui/dihubungi di luar jam kuliah. Beliau juga memberikan nomor kontak HP dan email. Tapi, beliau pun mengatakan akan menghubungi mahasiswanya kapan pun jika ada yang harus disampaikan.

 

This entry was posted in Filsafat Ilmu Pengetahuan, S3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>