Header

Filsafat Ilmu Pengetahuan #2

Pada kuliah pertemuan kedua tadi pagi Prof. Kuspriyanto mengingatkan hal-hal yang menentukan nilai mata kuliah FIlsafat Ilmu Pengetahuan:

  • kecepatan menyelesaikan tugas
  • kompetensi yang ditunjukkan
  • kehadiran mengikuti kuliah

Pelajaran utama yang dapat diambil dari kuliah filsafat adalah berlatih untuk mendapatkan novelty. Di luar negeri novelty ini sudah disediakan oleh promotor, tapi di Indonesia mahasiswa harus mencari sendiri dengan bimbingan promotor.

Ada beberapa sikap mahasiswa yang dikritisi oleh Prof. Kuspriyanto hari ini:

  • ketika mengatakan pendapat jangan “merendah” dengan kata-kata “menurut saya”, katakan saja dengan yakin apa pendapat kita
  • ketika menyampaikan pendapat lakukan dengan santun, jangan mendikte pembicara atau memaksakan bahwa pendapatnyalah yang benar

Beberapa hal yang didiskusikan dalam kuliah kali ini:

  • lebih baik mana, induktif atau deduktif untuk menghasilkan kebaruan dalam penelitian,
  • apa hasil yang paling bagus dari sebuah disertasi,
  • kesulitan objektif selama S3
  • hukuman bagi mahasiswa yang tidak hadir kuliah
  • bagaimana menjalani studi S3 dengan baik
  • penentuan topik dan ciri bahwa topik sudah tajam
  • hipotesis yang baik

Dalam melakukan penelitian, kadang lebih mudah menggunakan pendekatan induktif dan kadang lebih mudah menggunakan pendekatan deduktif. Pendekatan induktif menarik kesimpulan dari hal-hal yang konkret menuju kesimpulan umum. Sedangkan, pendekatan deduktif menarik kesimpulan dari pernyataan umum ke pernyataan khusus. Maka, jika suatu saat pendekatan induktif tidak bisa dilakukan, jangan terpaku di situ, lakukan pendekatan deduktif. Contoh deduktif yang lebih sulit daripada induktif adalah problem menentukan minat pemilih DKI apakah akan memilih Jokowi atau Foke pada pemilukada bulan September 2012 ini. Ini lebih mudah dilakukan dengan induktif.

Hasil yang paling bagus dari sebuah disertasi adalah teorema, rumus, atau hukum. Kemudian metode, framework, model, instrumen. Novelty tidak sama dengan kreativitas. Novelty merupakan perubahan besar, perubahan paradigma, sedangkan kreativitas hanya perubahan kecil.

Selama S3 mahasiswa dihadapkan pada beberapa kesulitan objektif:

  • mencari novelty
  • penguasaan ilmu yang luas tapi mendalam. “Luas” artinya dapat menjawab pertanyaan “apa pengaruhnya pada …”, “dalam” artinya dapat menjawab pertanyaan “mengapa”. Untuk setiap pertanyaan, siapkan jawaban minimal 3.

Menurut statistik, mahasiswa yang sering bolos mata kuliah FIP ini berpeluang besar untuk drop out, karena mata kuliah yang wajib saja tidak datang, apalagi bimbingan dengan promotor. Untuk itu jika tidak hadir harus memberikan konfirmasi dan siap menerima atau bahkan lebih baik jika menawarkan kompensasi bagi ketidakhadirannya. Hukumanya dapat berupa tugas atau pengurangan nilai.

Selama studi S3 ini, agar dapat dijalani dengan baik, beberapa hal yang harus dilakukan:

  • membuat skedul penelitian yang jelas, lengkap dengan milestone
  • menyediakan waktu untuk memenuhi skedul tersebut
  • menyenangi topik agar terbentuk motivasi

Agar topik bisa menyenangkan, maka harus tajam, cirinya: bisa menemukan hipotesis. Target kita hipotesis ini sudah ketemu di akhir semester pertama.

Ciri hipotesis yang baik adalah:

  • yang bisa menuntun kita melakukan penelitian dengan cepat dan terarah
  • menggunakan premis-premis yang sudah dibuktikan kebenarannya untuk membuktikan kebenaran dugaan solusi yang kita munculkan
  • sebutkan masalahnya dengan jelas, metode atau pendekatan yang dilakukan, premis/dasarnya, sasarannya

Selama melakukan penelitian ada baiknya dicatat dalam laporan dalam bentuk logbook. Apa yang pernah dibuat, termasuk tugas-tugas mata kuliah ini, arsipkan dengan baik (dalam bentuk logbook, file, hardcopy, atau blog). Tugas-tugas dari dosen terjemahkan sendiri, apa maunya dosen. Apa yang dilakukan Prof. Kuspriyanto terlihat tidak terstruktur, atau tidak jelas arah dan tujuannya, tapi itulah salah satu cara memperkenalkan permasalahan natural yang “unstructured”, tugas peneliti salah satunya membuat yang “unstructured” menjadi “structured” atau terstruktur sehingga lebih mudah diselesaikan.

Untuk kuliah pekan depan, mahasiswa mempresentasikan isi buku “Menyoal Objektivisme Ilmu Pengetahuan”.

 

 

This entry was posted in Filsafat Ilmu Pengetahuan, S3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>