Header

Inovasi

Inovasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti:

  1. pemasukan atau pengenalan hal-hal yg baru; pembaharuan
  2. penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya baik berupa gagasan, metode, atau alat

Menurut David Neeleman (Pendiri dan CEO JetBlue), inovasi merupakan proses berupaya mencari cara untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik daripada sebelumnya. Menurut Ibrahim (1989), inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat). Menurut Amabile et al. (1996), inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. Menurut Prof. Azis inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru, inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan.

Seringkali sumber inspirasi yang memunculkan inovasi adalah pengalaman sehari-hari. Pengalaman saya sendiri jika berkendara malam hari, sering saya berpapasan dengan kendaraan lain, baik sepeda motor maupun mobil yang lampu dekatnya mengarah ke atas. Lampu seperti itu menyilaukan dan membuat black spot, buta sesaat, sehingga saya tidak bisa melihat apa yang ada di depan. Hal ini berbahaya terutama jika yang berada di depan itu pejalan kaki. Maka terpaksa melambatkan kendaraan bahkan berhenti jika mengalami kondisi seperti itu.

Menurut pengamatan saya kendaraan yang mempunyai lampu menyilaukan seperti itu adalah motor matic dan kendaraan angkutan barang (pick up ataupun truk) yang sedang mengangkut barang. Motor matic mempunyai lampu yang mengarah ke atas mungkin karena letaknya yang agak ke bawah menyebabkan lampu agak ditengadahkan agar jangkauannya lebih jauh. Tapi, lampu motor matic tidak terlalu menyilaukan karena hanya satu. Yang sangat menganggu adalah lampu mobil angkutan barang ataupun truk. Rupanya, sebagian besar kendaraan tersebut lampunya akan tertengadah jika sedang membawa beban berat.

Sebenarnya solusinya cukup mudah, headlamp  unit (lampu utama)-nya jangan dibuat kaku, menempel statis pada dudukannya, tapi diberi dudukan yang dinamis, menggunakan giroskop. Sehingga, jika kepala mobil tertengadah, lampu utama tetap pada arah yang pas. Rentang naik turunnya lampu tidak boleh terlalu lebar, sehingga pada jalan menurun atau mendaki, lampu utama tidak mengarah horizontal tetapi tetap searah jalan. Alternatif kedua, pada sudut yang terlalu lebar, fungsi giroskop-nya non aktif. Alternatif ketiga, selain lampu utama yang bergiroskop, ada satu lampu lagi yang statis.

Giroskop adalah alat berupa cakram yang sumbunya berputar antara dua penopang dan tetap dl posisinya. Sebuah giroskop mekanis terdiri dari sebuah roda yang diletakkan pada sebuah bingkai. Roda ini berada di sebuah batang besi yang disebut dengan poros roda. Ketika giroskop digerakkan, maka ia akan bergerak mengitari poros tersebut. Poros tersebut terhubung dengan lingkaran-lingkaran yang disebut gimbal. Gimbal tersebut juga terhubung dengan gimbal lainnya pada dasar lempengan. Jadi saat piringan itu berputar, unit giroskop itu akan tetap menjaga posisinya saat pertama kali dia diputar.

Salah satu penggunaan giroskop adalah mempertahankan posisi horizontal alat-alat yang dibawa ke luar angkasa, pada peluru kendali, dan banyak lagi. Kemampuannya mempertahankan posisi horizontal inilah yang bisa dimanfaatkan untuk mempertahankan posisi lampu utama mobil yang mengalami pergeseran dalam rentang yang kecil.

Ada yang mau mencoba?

(dari berbagai sumber)

This entry was posted in Filsafat Ilmu Pengetahuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>